|
| |
Kapok naik Adam Air ... Length: 0:21
Description: Inilah contoh kejadian tak lazim dalam penerbangan Adam Air. Kejadian seperti ini tentu saja menimbulkan perasaan waswas dan mendebarkan detak jantung penumpang.
Kejadian dalam video ini terjadi pada penerbangan Adam Air dengan nomor penerbangan KI0697, dari Balikpapan ke Surabaya tanggal 28 Agustus 2007 sore hari.
Karena ketidakcermatan (setahu saya sambil guyon) dalam menutup pintu pesawat oleh dua awak kabin, berakibat setengah fatal. Yakni, mengakibatkan pintu tidak bisa tertutup rapat namun sulit juga untuk dibuka kembali(Jangan-jangan memang pintunya telah rusak, lho...). Semula, dua awak kabin yang telah menutupnya, dengan segala daya mencoba membuka kembali, namun usaha ini sia-sia. Kemudian, awak kabin laki-laki didatangkannya, namun tiada hasil juga. Akhirnya, datanglah beberapa petugas bandara (sepertinya staff Angkasapura) dengan seragam baju putih. Nampak oleh kami, mereka mencoba mendobrak pintu dari dalam dan luar kabin pesawat. Sekitar 30 menit kemudian, akhirnya pintu berhasil dibuka dan ditutup kembali dengan cara yang benar. Akibat kejadian ini pesawat kena delay sekitar 40 menit. Dan selama itu penumpang seperti saya menunggu dalam kabin yang panas dengan penuh rasa cemas dan was-was. Bahkan selama penerbangan ke surabaya, saya terus-terusan dihantui rasa cemas, karena hati kecil saya mempertanyakan kelayakan pesawat yang saya tumpangi ini.
Saya yang mengambil photo dan video kejadian pintu macet tersebut diatas, kamera saya dirampas pramugari (dalam video: pramugari yg bersanggul). Akibatnya ada penumpang (seorang bapak-bapak) di seberang saya marah memprotes kejadian yang tak lazim ini. Bapak tersebut malah dengan sengaja mengeluarkan video camera dan merekamnya. Adu mulut dengan pramugari pun terjadi. Beberapa penumpang ikut serta menumpahkan amarahnya dan terjadilah adu mulut dengan pramugari. Hal ini sepertinya dipicu oleh ketidakramahan dan keangkuhan sikap pramugari sejak kami naik pesawat. Misalnya, seorang ibu dideretan depan saya, memprotes sikap pramugari yang memaki-maki rekannya sendiri dihadapan para penumpang, karena dia menaruh bagasi (ransel) penumpang di ruang depan (dekat tempat duduk si pramugari), dan hal itu dirasa mengganggunya. Setahu saya si Ibu ini tidak bisa menaruh ransel di kotak bagasi karena kotak bagasi diatas kami telah terisi tabung-tabung oksigen. Adu mulut antar penumpang dan pramugari sempat memanas karena pramugari juga terus ngotot. Pokoknya, Seru banget deh. Sampai-sampai, terdengar kata-kata pedas dari penumpang, misalnya "Seandainya anda laki-laki, saya tinju muka kamu!". "Skill anda lebih rendah dari pada pembantu, anda kok bisa jadi pramugari, sih". "Kamu sepertinya menganggap kami-kami ini manusia dari hutan, ya?" dsb. Selang beberapa saat, akhirnya ia (pramugari tak bersanggul) minta maaf, karena dirasa telah menimbulkan ketidaknyamanan. Kejadian ini sempat menegangkan suasana dalam pesawat, dan menimbulkan gerutuan beberapa penumpang di belakang saya. Bahkan, terdengar ada beberapa penumpang yang mengeluarkan kata-kata umpatan kasar. Isi bonbin ragunan keluar semua deh...
Adam air...berbenalah ke segala segi. Terus terang, saya kapok naik pesawat kamu. Dari pengalaman ini, kami merasa lebih nyaman di dalam angkot daripada di kabin pesawatmu.
Author: ayudhika
Source: YouTube
|
|